s' avonds
Jakarta, 20-Juni-2012
Kakek=Atuk=OPA
Ahmad = 79 tahun
Kakek ku yang selalu aku panggil MAMEN OPA walaupun dia gak ngerti. Kakek sederhana, dengan badan berisi, suka sekali memakai kaos putih. Dulu dia tinggal di Padang bersama nenekku Rostina. Semenjak nenek sakit dan di pindahkan ke Lampung OPA pun ikut kesana. Beberapa tahun kemudian nenek meninggal. OPA pun tinggal bergantian dirumah anak-anaknya secara bergantian sesuka hatinya. dia masih bisa melakukan banyak aktivitas. jalan nya juga masih tidak terlalu lambat. Sampai suatu ketika dia mengidap kanker prostat. dia berubah menjadi kurus, lemah, suka tidak nafsu makan. Aku sebagai cucu hanya bisa menghibur. Aku senang sekali nyanyi gak jelas didepan OPA, kadang dia tertawa sambil berkata "ngapain kamu?" parah ya orang lagi nyanyi ditanya lagi ngapain? apa kalau aku nyanyi kaya orang nangis? hahahaha dan kadang dia cuek. uuuuuuu bete =( Oya, OPA suka banget sama yang namanya Pisang, mau itu pisang rebus, pisang goreng. OPA juga suka banget sama biskuit. gak pernah kosong biskuit dikamarnya, dan kalau OPA lagi gak mau makan dirumah dia selalu beli Nasi Padang. OPA OPA tingkahmu buat aku kangen :'( . Lama-lama kondisi OPA semakin memburuk, dia cuma mau makan bubur sum-sum, minum obat mesti disuapin, buang air kecilnya suka sembarangan, dll. Semua sifatnya cari perhatian, kayak anak kecil. Sampai akhirnya OPA jatuh 16-Juni-2012 dengan mata keatas, kejang, kaku, batuk keluar darah hitam. Sampai dalam hati aku bertanya "apa ini waktu terakhir OPA?" syukur alhamdulillah tidak. saat OPA aku baringkan di tempat tidur dia diam dengan mata keatas. tanpa menjawab pertanyaan ku. dan beberapa menit kemudian dia duduk, dan aku tawarkan untuk minum. dia pun minum. OPAAAAA sungguh aku bersyukur OPA tidak apa-apa, dia hanya berkata dia sesak. lalu aku kedapur memasakan bubur untuknya. dia berjalan kearah tangga, dia duduk dianak tangga paling bawah. aku kasih bubur itu. lalu dia makan hanya sedikit. lalu aku bilang "Atuk makan buburnya, aku suapin ya?" dia jawab "Iya,sedikit-sedikit aja ya" sampai setengah bubur habis "udah Atuk kenyang, nanti atuk muntah" bicara dengan sangat pelan, aku jawab "sedikit lagi ya tuk, atuk makanlah yang rajin biar cepat sembuh ya" dia jawab "Iya" begitu bahagianya aku saat dia mengatakan "Iya". dan saat aku menyuapi dia bertanya "kamu gak jadi berangkat?" aku jawab "Iya tuk tunggu selesai nyuapin Atuk" "Ya berangkatlah" aku berangkat.... pulang kembali malam jam 10. aku lihat dia sudah tidur, dan aku tidak mau mengganggu istirahtnya. Minggu Pagi 17-Juni-2012 04.30 adik ku mengetuk pintu sambil terisak-isak tangis, dan saatku buka dia berkata kalau Atuk sudah tiada :'( tak percaya yang aku rasa saat itu, karna ku lihat sudah membaik. aku hampiri kamarnya dan ku lihat jenazahnya. OPA telah tiada, hilang semua, tak ada lagi yang mengajak ku makan yang dibagi dua, tak ada lagi yang meminta di cabutkan alis, tak ada lagi tertawa, tak ada yang memarahiku saatku pulang malam, tak ada yang bertanya saat meminum obat, semua hilang, sedihhhhhhhhhh sekali, tapi semoga aku bisa menjadikan OPA sebagai kenanganku yang terindah =D love you OPA. Semoga kau telah sampai di surga =D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar